Saluran Cerna Sehat, Ciptakan 7 Kehebatan Perut Si Kecil

Senang rasanya menikmati liburan sekolah di penghujung tahun 2018 ini. Bukan cuma anak anak saja yang gembira, tapi aku juga sebagai ibu sangat menikmati nya karena waktu nya antar jemput anak sekolah libur dulu dan sejenak bersantai dari kehectican saat pagi hari menyiapkan seragam dan bekal sekolah anak anak :) .
Liburan akhir tahun ini anak anak mengisi waktu dengan bermain di rumah, tidak hanya sekedar bermain tapi juga yang dapat bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas anak seperti menyusun manik manik atau menyusun gelas yang bermanfaat untuk melatih motorik halus Dede Adib dan Lala mengembangkan kemampuan kordinasi antara tangan dan matanya.

Dari berbagai literasi yang ku baca ternyata bermain banyak manfaatnya bagi si kecil, diantaranya:

1. Memahami diri sendiri dan mengembangkan harga diri
Ketika bermain, anak akan menentukan pilihan-pilihan. Mereka harus memilih apa yang akan dimainkan. Anak juga memilih di mana dan dengan siapa mereka bermain.

Semua pilihan itu akan membantu terbentuknya gambaran tentang diri mereka dan membuatnya merasa mampu mengendalikan diri. Permainan memotong kertas, mengatur letak atau mewarnai misalnya dapat dilakukan dalam beragam bentuk. Tidak ada batasan yang harus diikuti.

Identitas dan kepercayaan diri dapat berkembang tanpa rasa ketakutan akan kalah atau gagal. Pada saat anak menjadi semakin dewasa dan identitasnya telah terbentuk dengan lebih baik, mereka akan semakin mampu menghadapi tantangan permainan yang terstruktur, bertujuan dan lebih dibatasi oleh aturan-aturan.

2. Menemukan apa yang dapat mereka lakukan dan mengembangkan kepercayaan diri.
Permainan mendorong berkembangnya keterampilan, fisik, sosial dan intelektual. Misalnya perkembangan keterampilan sosial dapat terlihat dari cara anak mendekati dan bersama dengan orang lain, berkompromi serta bernegosiasi.

Apabila anak mengalami kegagalan saat melakukan suatu permainan, hal itu akan membantu mereka menghadapi kegagalan dalam arti sebenarnya dan mengelolanya pada saat mereka benar-benar harus bertanggungjawab.

3. Melatih mental anak
Ketika bermain, anak berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan di dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki sekaligus mendapatkan pengetahuan baru.

Orangtua akan dapat semakin mengenal anak dengan mengamati saat bermain. Bahkan, lewat permainan (terutama bermain pura-pura) orangtua juga dapat menemukan kesan-kesan dan harapan anak terhadap orangtua serta keluarganya.

4. Meningkatkan daya kreativitas dan membebaskan anak dari stres
Kreativitas anak akan berkembang melalui permainan. Ide-ide yang orisinil akan keluar dari pikiran mereka, walaupun kadang terasa abstrak untuk orangtua.

Bermain juga dapat membantu anak untuk lepas dari stres kehidupan sehari-hari. Stres pada anak biasanya disebabkan oleh rutinitas harian yang membosankan.

5. Mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak
Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran 'baik' dan 'jahat', hal ini membuat mereka kaya akan pengalaman emosi. Anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.

6. Melatih motorik dan mengasah daya analisa anak
Melalui permainan, anak dapat belajar banyak hal. Di antaranya melatih kemampuan menyeimbangkan antara motorik halus dan kasar. Hal ini sangat memengaruhi perkembangan psikologisnya.

Permainan akan memberi kesempatan anak untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus memecahkan masalah. Anak-anak akan berusaha menganalisa dan memahami persoalan yang terdapat dalam setiap permainan.

7. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan anak
Kebutuhan dan keinginan yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain, seringkali dapat dipenuhi dengan bermain. Anak yang tidak mampu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata, mungkin akan memperlohen pemenuhan keinginan itu dengan menjadi pemimpin tentara saat bermain.

8. Standar moral
Walaupun anak belajar di rumah dan sekolah tentang apa yang dianggap baik dan buruk oleh kelompok, tidak ada pemaksaan standar moral selain dalam kelompok bermain.

9. Mengembangkan otak kanan anak
Bermain memiliki aspek-aspek yang menyenangkan dan membuka kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebaya serta mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Dengan begitu, bermain memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah baik di sekolah maupun di rumah.
Selain manfaat bermain yang baik untuk tumbuh kembang anak, yang terpenting adalah pemenuhan nutrisi si kecil melalui makanan bergizi agar pertumbuhan si kecil optimal.
Dan satu lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu dengan menjaga saluran pencernaan.

Mengapa saluran cerna??

Dalam buku yang ku baca karya Dr.Badriul Hegar, pH.D,Sp.A(K) yang berjudul "keunikan saluran cerna anak" menjelaskan bahwa 
Saluran cerna yang sehat merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di 1000 hari pertama kehidupan. Saluran cerna yang sehat pada awal kehidupan akan menjadi landasan pertumbuhan, perkembangan, kematangan intelektual dan kesehatan anak secara keseluruhan di periode berikutnya.
Saluran cerna yang sehat akan mencerna dan menyerap zat nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, melindungi anak dari infeksi dan berinteraksi dengan otak sehingga anak tidak saja sehat tetapi juga nyaman.
Saluran cerna mempunyai pengaruh besar terhadap fungsi otak. Usus dan otak selalu berkomunikasi melalui sistem saraf, sistem hormon dan kekebalan tubuh.
Penelitian terbaru menunjukkan saluran cerna yang sehat dapat memberikan 7 Kehebatan yaitu :

1. Pencernaan Nyaman

Kenyamanan pencernaan dapat diartikan sebagai rasa nyaman pada anak karena saluran cernanya berfungsi dengan baik yang meliputi fungsi mencerna dan menyerap makanan, pertahanan tubuh dan toleransi terhadap makanan yang dikonsumsi. Ketidaknyamanan pada pencernaan dapat dimanifestasikan sebagai rewel, menangis, muntah atau gangguan defekasi.

2. Penyerapan Nutrisi

Si kecil memerlukan jumlah kalori yang cukup besar untuk memenuhi pertumbuhannya yang sangat cepat pada beberapa bulan pertama kehidupannya, padahal daya tampung lambungnya masih sangat kecil. Sampai usia 4-6 bulan, bayi belum siap mencerna makanan padat secara lengkap apalagi dalam jumlah besar. Untuk itu penting untuk memilih makanan yang padat nutrisi dan mudah diserap untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Setelah usia tersebut, sistem saluran cerna mengalami perubahan pesat sesuai kematangan fungsinya agar siap menghasilkan berbagai enzim untuk mencerna makanan.

3. Pencernaan Lancar

Salah satu tanda pencernaan lancar adalah anak memiliki pola buang air besar (BAB) (frekuensi, konsistensi dan warna feses) yang sesuai dengan usianya. Pola BAB anak dipengaruhi oleh faktor organik (fungsi organ dan sistem saraf), pola makan, dan usia. Dalam waktu 24 jam setelah dilahirkan, bayi akan mengeluarkan kotoran pertamanya yang disebut mekonium. Selanjutnya frekuensi BAB bayi baru lahir lebih sering dibandingkan dengan bayi atau anak yang lebih besar. Anak yang mempunyai kebiasaan makan yang mengandung cukup serat umumnya memperlihatkan pola BAB yang lebih baik.

4. Perlindungan Alami

Saluran cerna sehat tidak hanya menjalankan fungsi mencerna dan menyerap makanan, tetapi juga berfungsi sebagai pertahanan tubuh. 70% sel daya tahan tubuh terdapat pada saluran cerna dimana fungsinya dipengaruhi oleh keberadaan makanan dan mikroorganisme di dalam saluran cerna. Sebagai perlindungan alami, saluran cerna melindungi anak dari kerusakan yang mungkin terjadi akibat factor dari luar tubuh seperti bakteri, virus, dan parasite atau factor berasal dari dalam tubuh seperti kanker dan penyakit autoimun.

5. Tumbuh Kembang Optimal

Saluran cerna yang sehat pada awal kehidupan akan menjadi landasan pertumbuhan, perkembangan, kemampuan berinteraksi sosial, emosi, serta prestasi akademis anak di kemudian hari. Saluran cerna yang sehat akan mencerna dan menyerap zat nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, melindungi anak dari infeksi dan berinteraksi dengan otak.


6. Cepat Tanggap


Sistem saraf pada saluran cerna begitu banyak, sehingga seringkali para ahli menyebutnya sebagai “otak kedua”. Keterlibatan saluran cerna terhadap perkembangan otak banyak dikaji oleh para ahli terutama dikaitkan dengan peran mikroflora baik (Bifidobakteria dan atau Lactobacillus) di dalam saluran cerna dalam memetabolisme makanan yang dikonsumsi anak. Mikroflora baik pada saluran cerna dapat mempengaruhi sistem saraf untuk melepaskan neurotransmitter yang memberikan sinyal ke otak. Jumlah neurotransmitter ini akan mempengaruhi kecepatan otak dalam memberikan respon terhadap rangsangan yang diterima.

7. Menjaga Suasana Hati

95% hormon serotonin di dalam tubuh ditemukan dalam saluran cerna
Hormon serotonin adalah neurotransmitter utama yang dihasilkan saluran cerna, sehingga otak akan mendapat sinyal untuk mengatur suasana hati, selera makan, tidur dan ingatan. Selain hormon serotonin, mikroflora saluran cerna juga dapat mempengaruhi pengiriman sinyal dari saluran cerna ke otak, sehingga dapat mempengaruhi kondisi mental, emosional dan kognitif.
Untuk menjaga saluran cerna si kecil, walaupun sudah dikasih makanan bergizi, kadang suka dilema dengan si kecil yang suka pilih makanan yang lebih menghindari sayur yang akhirnya kebutuhan serat gak cukup dan BAB jadi suka gak lancar, ia jadi suka murung karena perutnya gak nyaman.


Dan kabar baiknya,  sekarang ada Bebelac Gold dengan Advansfiber yang kaya akan serat pangan, selain itu juga Bebelac Gold mengandung minyak ikan yang menghasilkan omega 3 dan omega 6 yang baik untuk pertumbuhan otak anak, juga dilengkapi dengan 13 vitamin dan 7 mineral.

Kalau si kecil sehat, nyaman, ceria bermain pastinya ibu juga senang melihatnya.

Widia Purnawita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar