Keluarga Jempolan Harus Tetap Semangat Menghadapi Segala Kondisi


Pandemi apa kabarnya ya? Sudah setahun dan masih betah hadir mewarnai kehidupan warga 🌈.

Tapi Alhamdulillah kemarin mama dan bapakku sudah dapat giliran vaksin sebagai dukungan terhadap Pemerintah untuk selalu menjaga kesehatan dan semoga ini dapat mencegah penyebaran dan penularan virus Covid-19.



Walaupun sudah divaksin, bukan berarti bebas bepergian dan kumpul - kumpul. Anjuran 5M tetap selalu dilakukan di mana pun dan kapanpun.

Tantangan Dan Kesulitan Di Masa Pandemi

Saat awal awal pandemi rasa khawatir memang ada, rasa khawatir lebih kepada kesehatan dan pekerjaan suami yang bekerja sebagai Salesman sebuah produk cat setiap harinya mengunjungi 10-15  Toko bangunan untuk mengambil tagihan ataupun mencari toko baru untuk menawarkan produk nya.
Rasa khawatir akan membawa virus kerumah pasti selalu ada.

Beberapa teman kerjanya dirumahkan, omset penjualan  suamipun menurun sehingga komisi pun berkurang, hanya mengandalkan gaji UMP saja.

Walaupun begitu tetap rasa syukur yang tidak terkira sampai saat ini masih di berikan kesehatan dan masih bisa berkumpul makan bersama keluarga kecil kami.

Pengaruh pandemi untuk diri sendiri sepertinya tidak begitu berpengaruh karena sebelumnya memang aktivitas keseharian selalu di rumah bersama anak-anak. Ada suami yang selalu pergi untuk membeli kebutuhan pokok seperti sayur mayur dan kebutuhan lainnya. Aku di rumah bertugas untuk mengolahnya. Atau kalau suami tidak sempat berbelanja, terkadang memang membeli kebutuhan pokok melalui online groceries.

Saat awal pembelajaran jarak jauh pun anakku belajar dengan begitu menyenangkan, di ajari oleh ibu guru wali kelas yang usianya tidak jauh berbeda rasanya seperti ada tek tok yang oke. Bu guru selalu mengingatkan di wa grup untuk tidak sungkan bertanya kalau ada pelajaran yang sulit atau hal lain yang ingin ditanyakan.

Tantangan dimulai justru saat memasuki tahun ajaran baru 2020/2021. Anak pertama naik kelas 4 dengan wali kelas baru, anak kedua masuk kelas 1 SD di sekolah yang berbeda dengan kakaknya, anak ketiga masuk PAUD.

Beda anak,beda cerita.

Untuk anakku yang memasuki sekolah PAUD memang belum begitu dipaksakan untuk belajar, jadi lebih ringan tugasku untuk mengajarinya kadang setelah urusan belajar kakaknya selesai atau saat keadaan tidak begitu hectic bisa sambil belajar. Dan waktu pembelajaran nya pun hanya hari Rabu sampai hari Jumat.

Kalau cerita tentang PJJ si sulung Abid, kebetulan tahun ini mendapat wali kelas yang usianya sepuh, awalnya aku senang karena pernah pengalaman waktu Abid kelas 1 pernah juga dapat wali kelas yang usianya sepuh, beliau mengajari Abid dan teman - teman sekelas yang tadinya belum lancar membaca diajari hingga betul-betul bisa membaca dengan lancar. Ternyata beda halnya ketika pembelajaran dengan metode online wali kelas Abid saat ini kurang begitu up to date dengan dunia digital.  Jadi setiap hari sistem belajar hanya di kasih tugas lewat chat WA grup, beberapa bulan sekolah berjalan,Abid pun belum kenal dan lihat langsung siapa guru nya.

Dan hingga berjalan waktu yang sampai saat ini baru ada pembelajaran dua arah sebanyak 3 kali, itupun karena sedang ada pengawasan dari kepala sekolah.

Beda cerita lagi dengan anak kedua aku Lala yang masuk kelas 1 SD.
Sejak awal masuk sekolah, guru wali kelas langsung kasih perintah kalau laporan tugas harus di kirim sebelum jam 9 pagi, kalau lewat dari jam itu maka akan berpengaruh terhadap penilaian siswa. Rasanya sedih juga, bagaimana mungkin anak kelas 1 yang baru senang senang nya belajar harus selalu aku tekan setiap hari untuk harus menyelesaikan tugas sebelum jam 9 pagi, belum lagi tugasnya kebanyakan membuat video ataupun prakarya yang bahan nya terpaksa harus aku cari di luar.

Bagaimana aku harus mengatasi semua ini?

Ketika aku mengalami stres dan tekanan, aku melihat anak anakku pun merasa tidak gembira, terkadang pelan pelan mereka menghiburku. Rasanya aku tidak berhak melampiaskan kemarahan dan menularkan stress kepada mereka.

Jika hari ini ada sikapku yang masih kurang, aku akan terus mencobanya untuk esok hari. Terus belajar memahami.

Untuk meminimalisir tingkat stres dalam menghadapi berbagai tantangan ini, sebelum tidur aku dan anak anak mencoba untuk mencatat jadwal, kegiatan esok hari.

Dalam menghadapi PJJ ini aku terus belajar memahami gaya belajar anak. Abid yang kadang mengeluh jarinya pegal karena kebanyakan menulis, kuberikan motivasi kepadanya untuk tetap selalu semangat dalam belajar, beri waktu untuk rehat. Begitu pun juga dengan Lala, aku tidak ingin berekspektasi lebih terhadap pernyataan guru sebelum nya, aku ingin Lala menikmati proses belajar nya tanpa adanya tekanan harus apalagi saat ada tugas prakarya yang membutuhkan waktu agak lama,kalau tepat waktu Alhamdulillah. Kalau sekiranya membutuhkan waktu lama,saya akan minta waktu perpanjangan kepada guru. Yang terpenting mereka dapat memahami apa yang dipelajari hari ini dan bertanggung jawab menyelesaikan semua tugas walaupun tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Semangat ya anak anak!

Ulang Tahun Bloggercrony Ke 6, Virtual Trip Ke Amerika

Di momen spesial ulang tahun Bloggercrony yang ke-6, seperti pada tahun tahun sebelumnya Bloggercrony menyelenggarakan acara Blogger Day 2021. Dan tahun ini, aku berkesempatan untuk ikut berpartisipasi menjadi peserta Blogger Day Bloggercrony.

Hari Sabtu, 6 Maret 2021 kemarin aku dan anak-anak berkesempatan untuk melakukan perjalanan secara virtual ke USA di pandu oleh Kak Idfi Pancani.


Acara jalan-jalan virtual kemarin mengobati rasa kangen anak-anak yang sudah lama enggak wisata ke mana-mana dikarenakan adanya pandemi ini.


Dalam virtual trip ke USA kami diajak jalan-jalan ke gedung putih, air terjun Niagara, akuarium raksasa, Disneyland dan masih banyak lagi dan serunya ada kuis berhadiah juga nih yang menambah wawasan kami, anak anak baru tahu kalau mantan Presiden Obama ternyata pernah menjadi pelayan es krim loh. Walaupun kemarin jalan jalan nya #dirumahaja tapi bisa bikin #KeluargaJempolan bahagia dari rumah.




Enggak cuma jalan-jalan virtual aja, di acara ulang tahun Bloggercrony ini para peserta yang hadir juga disuguhkan ilmu yang bermanfaat dari para narasumber.

Ada 2 tema yang dibahas yaitu tentang Senja Kala dalam sosial media dengan pembicara kang Maman Suherman dan Shafiq Pontoh juga tentang tips mengatasi kesulitan anak dalam pembelajaran jarak jauh yang menghadirkan Psikolog Klinis Mba Ifa Misbach dan Kania Safitri sebagai Mom Influencer dengan dimoderatori oleh mba Helen Simarmata.

Tema Senjakala ini pas banget buat aku yang antusias di sosial media. Disini aku mendapat masukkan untuk terus semangat menggali potensi diri, menekuni bidang yang paling di minati. 
Memperbaiki konten agar semakin berkualitas tentunya akan terlihat apik dan menarik bagi masyarakat yang membutuhkan informasi dari kita.



Sesi terakhir yang membahas tentang PJJ pun membuat aku tersadar bahwa tidak semua guru punya cukup waktu dan uang untuk membeli internet untuk mengajar murid-muridnya,tidak semua guru dengan mudah nya dapat melakukan video konferensi, tidak semua guru memiliki penghasilan yang cukup. Guru juga memiliki keterbatasan. 


Orang tua dan sekolah harus bekerja sama, jika memiliki hambatan segera di komunikasi kan. 

Dalam kesempatan acara #BloggerDay ini tak lupa untuk mengajak para peserta untuk saling sumbang dalam program #BloggerCare , hasil nya akan dishare kepada member Bloggercrony Community yang sedang membutuhkan ataupun untuk bantuan bencana.

Alhamdulillah senang nya menjadi bagian dari acara yang penuh manfaat ini, menjadikan aku orang yang belajar untuk lebih baik lagi dan bijak dalam menghadapi segala hal baik dalam pekerjaan maupun keluarga.


Terima kasih untuk para pengurus Komunitas Bloggercrony, pengurus acara Blogger Day yang telah menyelenggarakan acara keren ini. Dan terima kasih juga untuk para #Bloggerpreneur yang telah mendukung acara ini dengan begitu banyak hadiah yang didapat para peserta BloggerDay termasuk aku juga nih kebagian.

Semoga sukses selalu Komunitas Bloggercrony dengan mottonya Blogging-Networking-Empowering.
















Widia Purnawita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar