Yuk Cegah Diabetes Bersama Keluarga Mulai Dari Sekarang!



Hello December!


Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan selalu dilancarkan segala urusan yang baik.

Masih belum move on nih dari bulan November karena bulan November kemarin merupakan Hari Diabetes Sedunia yang di peringati setiap tanggal 14 November. Peringatan tahun ini mengangkat tema Keluarga dan Diabetes.

Tema ini diangkat karena untuk meningkatkan kesadaran akan  diabetes dimulai dari keluarga. Keluarga sangat berperan penting dalam pengetahuan tentang diabetes, bagaimana cara mengenali hingga pencegahan dan perawatan diabetes.


Berdasarkan data International Diabetes Federation Atlas edisi ke-9 pada tahun 2019, Indonesia menduduki menduduki peringkat :
ke-7 penyandang diabetes terbanyak di dunia
ke-3 penyandang toleransi glukosa terganggu terbanyak di dunia.

Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang umum diderita di Indonesia. Indonesia menduduki peringkat ke-7 penyandang diabetes terbanyak di dunia dengan jumlah 10,7 juta. Angka ini diperkirakan akan meningkat pada tahun 2045 menjadi 16,6 juta penyandang. Selain itu, Indonesia juga menduduki peringkat ke-3 penyandang Toleransi Glukosa Terganggu atau Prediabetes terbanyak dengan jumlah 29,1 juta pada tahun 2019, diperkirakan akan meningkat menjadi 35,7 juta pada tahun 2045, yang mengindikasikan semakin tingginya paparan risiko diabetes di Indonesia, khususnya Diabetes Tipe 2.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Merck Sharp Dohme (MSD) Indonesia sebagai perusahaan biofarmasi selalu melakukan edukasi kesehatan melalui berbagai kegiatan acara seperti talkshow bersama berbagai komunitas, maupun acara simposium yang dihadiri oleh para praktisi kesehatan.






Dan di tanggal 30 November 2019 kemarin, bertempat di taman Stasiun MRT Dukuh Atas, aku berkesempatan menghadiri kegiatan kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes lewat acara bincang santai yang di adakan oleh 
Merck Sharp Dohme (MSD) Indonesia dengan mengajak berbagai pihak dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, komunitas masyarakat dan MRT Jakarta.


Dalam bincang ini ada :
1. dr. Rudy Kurniawan, Founder Komunitas Sobat Diabet
2. dr. Suria Nataatmadja, Medical Affairs Director MSD Indonesia
3. Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi dan Depok
4. dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

5. Ahmad Pratomo, Head of Corporate Communication Department PT MRT Jakarta


Kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes bertujuan untuk mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk mengetahui risiko diabetes dan meningkatkan kesadaran dari pengaruh diabetes terhadap pasien dan keluarga serta mendorong peran aktif keluarga dalam penanganan, pencegahan, dan edukasi mengenai diabetes.


Medical Affairs Director MSD Indonesia, dr Suria Nataatmadja, mengatakan, ”Sebagai mitra global dari International Diabetes Federation (IDF), MSD berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kesadaran terhadap diabetes. Dengan kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes, kami berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya peran keluarga dalam hal deteksi, pencegahan, dan penanganan diabetes.”

Data terbaru mengungkapkan bahwa sekitar 463 juta orang merupakan penyandang diabetes,  namun 1 dari 2 penyandang diabetes tidak menyadari kondisinya, dan hampir 67% penyandang diabetes tersebut berada di usia produktif di bawah 60 tahun.



Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi dan Depok, Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE, mengatakan ”Peran keluarga amat penting dalam deteksi dini diabetes dan usaha-usaha pencegahan diabetes tipe 1, tipe 2 & tipe lain serta pengobatan anggota keluarga dengan diabetes. Dalam deteksi dini peran keluarga penting untuk mengetahui gejala diabetes & memastikan apakah sudah terkena diabetes atau prediabetes sehingga mempercepat penanganan dan mencegah komplikasi. Terutama pada diabetes tipe 1 yang jika tidak dideteksi dapat menyebabkan perburukan dan menimbulkan kematian. Dalam pencegahan diabetes tipe 2 maka keluarga berperan melindungi jangan sampai keluarga yang lain terkena diabetes. Oleh sebab itu, perlu memahami faktor-faktor risiko yang bisa memicu terkena diabetes dengan cara meningkatkan gaya hidup sehat & bila perlu lakukan tes gula darah. Dalam penanganan diabetes, keluarga sangat berperan mendukung & memastikan pasien mendapatkan penyuluhan, pengobatan, pengaturan makan(diet), dan pemeriksaan untuk mengetahui komplikasi-komplikasi serta melaksanakan gaya hidup sehat yang dijalankan terus menerus.”

Untuk mencegah diabetes, lakukan gaya hidup sehat salah satu nya dengan rutin berolah raga


Dalam riset yang dilakukan oleh Hiroto Honda pada tahun 2016 mengenai naik atau turun tangga sebagai metode yang nyaman untuk meningkatkan aktivitas fisik dalam kehidupan  sehari-hari menunjukkan bahwa aktivitas naik/turun tangga selama 3 menit dari 60 – 12 menit setelah makan dapat membantu penurunan respon glukosa darah postprandial pada penyandang diabetes tipe 2.

dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta  mengatakan, ”Data terbaru Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan angka prevalensi nasional diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada usia >15 tahun adalah 2% dan angka prevalensi di Provinsi DKI Jakarta adalah 3,4%. Riskesdas 2018 juga menunjukkan 33,5% masyarakat Indonesia usia > 10 tahun tergolong kurang aktivitas fisik, dengan proporsi penyumbang tertinggi adalah DKI Jakarta sebanyak 47,8%.

Lakukan cek kesehatan di Rumah Sakit atau Posbindu terdekat

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan mendukung kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes dengan menggerakkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yaitu upaya kesehatan berbasis masyarakat untuk mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit tidak menular termasuk diabetes. Adapun pemeriksaan yang dilakukan di Posbindu adalah pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, dan kadar gula darah. Kami berharap kampanye ini membantu menemukan penyandang diabetes yang belum menyadari jika terkena diabetes dan tentunya memberikan edukasi CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.”

Bersama komunitas olahraga, blogger, dan sobat diabetes melakukan kampanye #LindungiKeluargaDariDiabetes


Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin mengatakan, ”Menyadari manfaat naik atau turun tangga bagi kesehatan terutama mencegah diabetes, MRT Jakarta menyambut baik dan mendukung inisiatif dari kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes. Ini sejalan dengan upaya kami untuk mengajak masyarakat pengguna MRT Jakarta untuk menggunakan tangga daripada lift yang memang hanya diperuntukkan bagi kelompok prioritas seperti ibu hamil, lansia dan disabilitas. Edukasi mengenai manfaat dari naik turun tangga ini akan ada di poster dan stiker di area stasiun MRT Jakarta. Kami berharap pengguna MRT Jakarta dapat menggunakan tangga dan merasakan manfaat kesehatannya selain juga mendahulukan mereka yang membutuhkan untuk menggunakan lift prioritas.”


Berikut ini kesimpulan informasi penting tentang diabetes yang wajib kita ketahui :


Faktor Resiko Diabetes Tipe 2

- Riwayat keluarga
- Usia
- Ras
- Kegemukan
- Kurangnya aktivitas fisik
- Diet yang tidak sehat
- Memiliki tekanan darah tinggi 
- Diabetes gestasional

Tanda-tanda umum diabetes

Sumber foto: Ditjen P2PTM

- pandangan menjadi kabur
- sering buang air kecil dari sebelumnya
- mudah lapar dan makan lebih banyak dari biasanya 
- ada penurunan berat badan meskipun nafsu makan baik
- lebih cepat haus
- luka yang tak kunjung sembuh 
- mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki

 Cara Memeriksa Diabetes 


1. GDS (Gula Darah Sewaktu)
tes darah ini dapat dilakukan setiap saat sepanjang hari untuk memeriksa tingkat gula darah pada titik waktu saat itu.
Nilai GDS >200 mg/dL (11,1mmol/L) darah, ini mengindikasikan bahwa orang tersebut memiliki diabetes. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk konfirmasi.

2. GDP (Gula Darah Puasa)
Tes ini menguji jumlah gula dalam aliran darah setelah seseorang tidak makan selama 8-10 jam (semalam puasa).  Hal ini biasanya dilakukan pertama kali di pagi hari sebelum sarapan. 
Nilai GDP >126 mg/dL (>7.0 mmol/L) mengindikasikan bahwa orang tersebut memiliki diabetes

3. Hemoglobin glikat (HbA1C)
 Tes ini mengukur seberapa baik gula darah telah dikontrol selama 3 bulan terakhir. Jika HbA1C adalah >6,5% (47,0mmol/mol) itu menunjukkan adanya diabetes.

4. TTG (Tes Toleransi Glukosa Oral)
Ini adalah jenis lain dari tes untuk diabetes tingkat gula darah diperiksa pada saat puasa dan kemudian 2 jam setelah minum sejumlah glukosa ini menunjukkan Bagaimana tubuh memproses glukosa. Jika nilai 2 jam >200 mg/dL (11,1 mmol/L) itu mengindikasikan adanya diabetes.


Mencegah dan mengendalikan Diabetes






- Kendalikan Berat Badan Sehat
- Aktifitas fisik setidaknya 30 menit dari biasa
- Makan makanan sehat buah dan sayur
- Kurangi asupan gula, garam ,dan lemak jenuh
- Hindari penggunaan tembakau dan bahaya alkohol
- Tes glukosa darah secara teratur
Tes glukosa juga dapat dilakukan secara gratis di Posbindu terdekat.

Terima kasih MSD Indonesia yang telah mengajak kami untuk jadi tahu lebih dalam tentang penyakit diabetes. Semoga kita selalu diberikan kesehatan ya.

Salam Sehat!









Tentang Merck Sharp & Dohme (MSD)
Selama lebih dari satu abad, MSD, perusahaan biofarmasi global terkemuka telah melakukan penemuan untuk kehidupan (Inventing for Life), menghadirkan obat-obatan dan vaksin untuk berbagai penyakit paling menantang di dunia. Melalui obat resep, vaksin, terapi biologis, dan produk kesehatan hewan, kami bekerja sama dengan para mitra dan beroperasi di lebih dari 140 negara untuk memberikan solusi kesehatan yang inovatif. Kami juga menunjukkan komitmen untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan melalui program, dan kemitraan yang menjangkau para pemangku kepentingan. Kini MSD terus menjadi yang terdepan dalam hal penelitian untuk memajukan pencegahan dan pengobatan penyakit di seluruh dunia - seperti kanker, penyakit kardiovaskular, dan penyakit menular termasuk virus. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.msd-indonesia.com atau www.msd.com.


Widia Purnawita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar