Langsung ke konten utama

Gramedia Writers and Readers Forum 2019

Tahun lalu GWRF (Gramedia Writers and Readers Forum) diadakan di Perpusnas, dan tahun ini lagi-lagi,  GWRF diadakan di tempat yang sama. GWRF sendiri merupakan suatu acara yang diadakan oleh Gramedia agar Penulis dan Pembaca bisa saling bertemu, berinteraksi,  dan berdiskusi.

GWRF 2019 banyak dihadiri para penggiat literasi. Lokasi yang strategis dan magnet bagi para pencinta buku, membuat GWRF banyak didatangi. Selain itu GWRF juga mengadakan bazar buku murah.  Kebayang gak tuh,  sudah lokasinya strategis, narasumbernya diisi oleh penulis-penulis profesional, ada bazar buku murah lagi.  Terlalu banyak opportunity yang tidak sanggup para pecinta buku dapat hiraukan. 



Tanggal 1 Agustus 2019 kemarin aku berkesempatan untuk menghadiri press confrence nya dengan mendatangkan pihak Gramedia dan Perpusnas juga ada penulis Kang Maman Suherman, Valerie Patkar dan Luluk HF yang nantinya akan mengisi acara di GWRF 2019.

Tema GWRF tahun ini adalah Literacy In Diversity. Tema ini diangkat karena Indonesia yang kaya akan keberagaman suku,budaya dan bahasa. Menyatukan keberagaman melalui literasi di harapkan tingkat literasi di Indonesia akan semakin tinggi.

Yang spesial di GWRF tahun ini adalah terdapat acara awarding untuk pemenang Gramedia Short Film Festival 2019 yang pertama kali pada Sabtu 3 Agustus. GSFF adalah kompetisi Film pendek yang inspirasinya bersumber pada buku puisi karya penulis terkenal seperti Sapardi Djoko Damono, Maman Suherman dan Rachel Amanda feat Keshia Deisra. Peserta yang mengikuti film pendek ini kurang lebih sebanyak 600 peserta dari seluruh Indonesia.

Seperti pada tahun sebelumnya, pemesanan tiket GWRF di lakukan secara online melalui aplikasi My Value. Dengan harga tiket 30 ribu rupiah per kelasnya cukup worth it karena setiap pembelian  tiket akan dapat voucher Gramedia sebesar  25 ribu dan yang terpenting  adalah pengalaman  dan ilmu yang  didapat  dari tiap kelas pasti nya akan sangat  berharga.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Tes Alergi Susu Sapi Di Rumah

Memiliki anak adalah anugerah yang terindah yang dimiliki setiap orangtua. Sebagai orangtua pastinya ingin selalu melihat tumbuh kembangnya setiap saat, melihat anak tumbuh sehat dan berkembang sesuai usianya adalah dambaan para orangtua termasuk aku, hanya satu hal yang membuat orangtua sedih itu kalau tiba tiba si kecil punya masalah kesehatan seperti demam,flu, masalah pencernaan seperti diare, masalah BAB dsb.

Dalam kesempatan kali ini aku mau kasih info tentang masalah pencernaan dan alergi anak karena beberapa minggu yang lalu tepatnya tanggal 19 Juni 2017 aku dapat pengetahuan baru yang membahas tentang hal tersebut dalam sebuah talkshow ringan bertema

Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan Dengan Alergi "

Bertempat di Tanamera Cuisine Kebayoran Baru Jakarta Selatan hadir DR. Dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K) Bapak M.Nuh Nasution dan Pak Parjono sebagai Pembicara.

Kenali Permasalahan Perncernaan Si Kecil

Ternyata pada sebagian bayi mengalami masalah pencernaan di usia…

Memilih Susu Dengan Kandungan Nutrisi Alami

Masa 1000 hari pertama kehidupan adalah masa yang tak tergantikan, banyak kenangan tumbuh kembang si kecil mulai dari momen hamil,melahirkan, menyusui, belajar MPASI. Si kecil cepat tumbuh dan rasanya ingin dia selalu menjadi bayi yang menggemaskan sepanjang masa, kalo mums zaman now sih suka bilang  "baby please don't grow up so fast".

Alhamdulillah bulan ini dede Adib masuk usia 2 tahun 1 bulan, sudah melewati fase 1000 HPK dan sekarang sedang menikmati masa kanak kanaknya. Dan di masa kanak kanak ini dede Adib nggak kalah menggemaskan lho. Dia  selalu penasaran sama semua yang ada di sekitarnya, lagi senang bersenandung, belajar menyusun kalimat, bergerak aktif, dan lagi senang sosialisasi sama teman teman kakaknya :) . dede Adib full menyusui selama 6 bulan dan melanjutkan ASI bersama makanan pendampingnya, bersyukur banget dede Adib jadi  jarang sakit, pernah sih sakit dan yang paling sedih itu waktu perutnya kembung dan mencret. Mungkin saat itu dia lagi asyiknya bel…

Kanker Payudara : Sebelum Terlambat Yuk Deteksi Dengan SADARI & SADANIS

Waktu begitu cepat berlalu, beberapa hari lagi waktu akan masuk ke bulan Oktober. Setiap bulan Oktober di peringati sebagai bulan peduli kanker payudara sedunia. Bertempat di Gedung Kementerian Kesehatan P2P tanggal 19 September 2017 kemarin aku berkesempatan mengenal tentang penyakit kanker payudara lho.



Para pembicara yang hadir,
1. dr. Lily S. Sulistyowati, MM - Direktur P2PTM
2. Dr. Bob Andinata SpB (K) Onk - Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI)
3. Ibu Shanti Persada - Founder Lovepink
4. Ibu Samantha Barbara - Ketua Lovepink
Kanker Payudara di Indonesia
Penyakit kanker banyak sekali jenisnya. Menurut RisKesDas Kemenkes tahun 2013, kanker payudara menjadi salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia yaitu 50/100 ribu penduduk dengan angka kejadian tertinggi berada di Yogyakarta yaitu 24/10 ribu penduduk dan menjadi 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian 21,5/100 ribu penduduk
Apa itu Kanker Payudara?
Kanker payudara keganasan s…