Rabu, 08 Agustus 2018

Mari Jadi Contoh Yang Baik Untuk Anak Kita Sebagai Bekalnya Di Masa Yang Akan Datang

Waktu bulan puasa kemarin, aku pernah dengar tausiyah dari Pak Ustadz kalau wanita itu diciptakan istimewa. Dia mampu melakukan banyak hal, bahkan ketika seorang wanita menjadi ibu, ia mampu melakukan lebih dari 1000 pekerjaan. mengatur rumah, merawat dan mendidik anak anak bahkan sampai menjadi penyokong keuangan keluarga. Kalau jaman sekarang sih orang bilang nya multitasking yaitu bisa melakukan berbagai pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.

Pengalamanku sebagai Ibu

Memang benar kata Pak Ustadz, sejak jadi Istri dan Ibu dari 3 anak jenis pekerjaan semakin banyak, walaupun hanya punya pengalaman mencuci piring dan cuci baju saat masih remaja toh akhirnya mampu dengan sendirinya melakukan berbagai hal. memasak sambil ngajak main anak,belanja ke pasar sambil gandeng dan gendong anak, sampai suka angkat galon sendiri kalau emang pas kebetulan air habis dan suami belum pulang dan berbagai pekerjaan lainnya. Repot?? Pastinya, tapi mengasyikkan apalagi kalau suami ikut membantu segala kerepotan di rumah ketika ia pulang dari kerjanya.

Tapi sebenarnya ada nih yang aku gak bisa lakukan dengan secara bersamaan, ketika aku sudah fokus dengan gadget,aku suka melalaikan pekerjaan dirumah, dan anak anak pun lebih mencari perhatian ketika aku sedang pegang handphone karena mereka juga ingin tahu.  Walaupun mereka sudah mengerti kalau HP orangtuanya dipakai untuk bekerja, tapi ketika aku fokus dengan HP berinternet dan pada waktu yang bersamaan anak butuh perhatian, akhirnya konsentrasi aku terpecah yang kadang menimbulkan kemarahan. Suka menyesal sendiri, demi HP aku marah sama anak, bagaimana dengan psikis mereka?

Di 2 tahun terakhir ini ku putuskan tuk batasi penggunaan internet dengan tidak melakukan pengisian hingga beberapa hari sebelum masa tenggang berakhir, karena kalau HP ada internetnya aku selalu tergoda dengan notifikasi, bentar bentar lihat HP, terlena dengan beranda sosmed dan akhirnya lalai dan tidak bijak. Jadi setiap hari aku mengandalkan WiFi saat suami pulang kerja(karena HP suami harus update untuk keperluan di kantor).
Ternyata bagiku cara ini lumayan efisien, pekerjaan rumah teratasi, aktivitas disiang hari bersama anak minim chaos, chat WA yang menumpuk bisa langsung di baca sekaligus waktu si WiFi pulang, berselancar dimalam hari saat anak anak tidur. Walaupun ada kekurangan gak bisa dapat job yang up to date.

Orangtua Adalah Panutan


Anak adalah anugerah yang dititipkan kepada orangtua. Peran orang tua sangatlah penting tidak hanya dalam memberi asupan lahiriah seperti makanan dan pakaian saja tapi juga dalam perkembangan karakter dan moral anak. Anak biasanya mencari panutan dalam membentuk bahasa, sikap dan perilaku mereka. Sebagai orang tua, penting untuk memastikan bahwa bahasa, sikap, dan perilaku mereka dapat menjadi panutan yang positif bagi anak.
Begitu kata Dr. Tjhin yang menjadi narasumber acara Halodoc bersama Moms Blogger Community yang aku hadiri tanggal 31 Juli 2018 kemarin.

Dr. Tjhin Wiguna Sp.KJ, psikiater spesialis anak dan remaja di RSCM

Memang nih Abid-Lala-Adib kalau aku sedang beraktivitas di rumah, mereka selalu ingin tahu, ingin mencoba dan ingin dilibatkan. Misalnya aku memasak, mereka akan bertanya ini apa?ini ikan apa?ini daun apa?ingin ikutan memotong sayur, ingin mengambilkan wadah sayur. Atau hal lain saat aku mencuci piring,ingin juga ikut mencuci, anak anak ingin mencoba segala hal. Dan disinilah peran aku sebagai orang tua untuk memberikan informasi yang baik sambil bercerita dan juga memberikan kesempatan mana yang boleh dicoba mana yang belum boleh di coba.

Dr.Tjhin juga bilang bahwa menjadi anak itu sulit lho, walaupun pada umumnya dunia anak adalah dunia bermain namun terkadang orangtua menjadikan anak seperti orang dewasa dalam tubuhnya yang mini.

Kadang juga ada orang tua menertawakan atau bahkan memujinya ketika anak berbuat kesalahan, padahal itu belum tentu benar. Mungkin saat ditertawakan, bagi anak itu adalah menyakitkan, atau mungkin si anak tidak paham bahwa itu adalah tidak baik dilakukan tapi malah diberikan pujian atau hanya didiamkan tanpa diberitahu akhirnya ia mengulangi lagi. Namanya juga anak anak

Sebagai orang tua kita harus terus memahami perasaan anak, biasanya ibu memiliki insting tersendiri jika anak mengalami sesuatu hal yang tidak biasa pada anak.

Dr. Tjhin berpesan bahwa hal yang paling penting untuk menjadi panutan yang baik bagi anak adalah tetap fokus dan konsisten untuk menunjukkan sikap dan perilaku kita yang positif terhadap anak.
Tunjukkan pada anak bahwa orang tua selalu berorientasi pada tujuan dan perencana yang baik.

Tips Menjadi Panutan Yang Baik Agar Anak Memiliki Psikis Yang Baik

Bantu anak menemukan panutan dalam bidang yang ia minati.
• Ceritakan pada anak tentang orang orang yang bekerja membuat perubahan positif di kehidupan atau di lingkungan sekitar.
• Ciptakan nuansa keagamaan di dalam keluarga
•  Beri pujian saat kita melihat sikap perilaku dan bahasa yang baik.
• Orangtua diharapkan mampu mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain (anak) , mampu memotivasi diri sendiri dan juga mampu mengelola emosi dengan baik. Semangati anak untuk selalu bersikap dan berperilaku positif
• Mengingatkan serta memberi contoh dalam mengajarkan tata krama di kehidupan sehari-hari seperti bersyukur, berterima kasih, memaafkan, meminta maaf, bertanggung jawab, menolong, memberi salam dsb.
• Mengembangkan empati pada anak misalnya menjenguk orang sakit, memaknai penderitaan orang lain dsb.

Bagaimana kalau selama ini secara tidak sengaja ada cara yang tidak baik kita ajarkan kepada anak? Seperti misalnya kita suka berteriak dirumah, akhirnya anakpun meniru perilaku kita. Jangan patah semangat, tentunya orangtua bisa mengubahnya dengan menghilangkan kebiasaan buruk yang dilakukan dirumah yang bisa berdampak negatif pada anak. Dan tetap konsisten menunjukkan perilaku dan sikap yang baik terhadap anak kita.

Dengan hadirnya aku bersama para Moms Blogger lainnya semoga terus bisa memotivasi diri dan tetap konsisten memberikan pengajaran yang baik kepada anak baik dalam sikap perilaku dan bahasa.

HALODOC



Dalam acara kemarin juga ada informasi mengenai Aplikasi Halodoc. Aplikasi Halodoc merupakan aplikasi kesehatan terpercaya yang memiliki berbagai fitur antara lain :

✓  Live chat dimana kita bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui voice call dan video call. Tim medis siap melayani online 24 jam yang terdiri dari dokter umum, spesialis anak, internis dan spesialis mata. Dan semua data riwayat penyakit akan terjamin kerahasiaannya.

✓ Pharmacy delivery yaitu layanan apotik antar yang memudahkan pengguna aplikasi untuk membeli obat, suplemen, vitamin maupun obat resep dengan cepat, aman dan nyaman tanpa harus pergi ke apotik. Dan harganya pun bersaing dengan apotik di luar, bisa dibilang harga lebih terjangkau.

✓ Lab Service yaitu layanan cek kesehatan yang bekerja sama dengan Prodia sehingga mungkinkan petugas Lab datang ke rumah atau ke kantor.

Selain ketiga fitur utama diatas, di Aplikasi Halodoc juga terdapat berbagai artikel kesehatan yang bisa kita baca dan jangan khawatir kalau kita punya asuransi kesehatan, kita bisa menebus obat secara gratis yang di cover oleh asuransi yang kita miliki dengan mendaftarkannya terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc ini.

Wah keren banget deh aplikasi nya, kita jadi tetap sehat tanpa ribet.

Aplikasi Halodoc bisa di unduh melalui Play store dan Apple store.

Untuk informasi lebih lengkap tentang Halodoc bisa di temui di website : 
Instagram Halodoc di @Halodoc

Bersama Moms Blogger Community

Alhamdulillah pertemuan bersama Moms Blogger Community dan Halodoc dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada bulan Juli kemarin sangat bermanfaat dan Insya Allah aku sebagai orang tua akan berusaha untuk konsisten memberikan contoh yang baik kepada anak anak kita dengan kasih sayang.


#HalodocHariAnak
#PakeHalodoc
#HalodocxMBC


Sumber foto: Google,Pribadi

1 komentar:

  1. Bener banget nih.
    Orang tua harus memberikan contoh peneladanan yang baik kepada anaknya..
    Karna pasti buah jatuh tidak jauh dari pohonnya..

    BalasHapus