Langsung ke konten utama

Program Bedah Rumah : Rumah Sehat, Keluarga Bahagia

Setiap manusia di dunia ini memiliki kebutuhan untuk keberlangsungan hidup. Kebutuhan primer menjadi kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda pemenuhannya yaitu 
- Sandang (pakaian)
- Pangan (makanan)
- Papan (tempat tinggal)

Untuk kebutuhan sandang dan pangan kita masih bisa mencukupi nya dari hasil usaha kerja kita, tapi untuk papan sendiri masih banyak orang yang belum benar-benar memiliki rumah sendiri dikarenakan dana untuk memiliki rumah sangatlah besar.


Biasanya yang belum punya rumah akan menyewa tempat tinggal perbulan atau pertahun nya agar biaya lebih ringan sesuai hasil usaha yang dimiliki atau juga bisa menumpang tinggal seperti saya yang masih menumpang tinggal di rumah orangtua karena memang belum mampu untuk membeli rumah sendiri ( huhu jadi sedih 😭 ). Jangankan yang belum memiliki rumah, yang sudah punya pun harus mempersiapkan dana darurat untuk merenovasi rumah jika nanti sewaktu-waktu ada bagian-bagian yang harus diperbaiki dan biayanya pun tidak sedikit. Jika tidak memiliki biaya untuk merenovasi, maka lama kelamaan rumah akan menjadi tidak layak untuk dihuni, rusak, rawan kebanjiran, kumuh, sirkulasi udara yang tidak baik, sanitasi kurang lancar dan secara estetika pun tidak sedap dipandang mata.

BEDAH RUMAH

Berangkat dari kepedulian Pemprov DKI Jakarta terhadap masyarakat kurang mampu, untuk menciptakan lingkungan yang baik demi meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta maka Pemerintah DKI Jakarta dengan menggandeng pihak swasta salah satunya adalah
PT. TATALOGAM LESTARI mengadakan program BEDAH RUMAH. Bedah rumah ditujukan bagi warga Jakarta yang kurang mampu yang memiliki rumah tak layak untuk ditinggali untuk kemudian diperbaiki agar kondisi rumah lebih baik.
Kelurahan Cilincing - Jakarta Utara menjadi Pilot Project atau percobaan Program Bedah Rumah. Sebanyak 67 rumah di bedah sejak program berjalan per tanggal 17 April 2017. Hebatnya target penyelesaian program di bulan Desember ternyata sudah cepat diselesaikan di September 2017 ini lho, keren ya.


Saat aku menghadiri Peresmian Program Bedah  Rumah tanggal 28 September 2017 kemarin, Pak Gubernur Djarot pun mengatakan bahwa berkat gotong royong warga, bantuan pihak swasta dan Pasukan Pelangi petugas PPSU yang sigap Program Bedah Rumah cepat terselesaikan.

Foto Salah satu keluarga penerima manfaat program bedah rumah,dalam satu rumah berisi 33 orang anggota keluarga 😱

Beliau pun berpesan rumah yang sudah di perbaiki agar kiranya selalu dijaga, diberi tanaman hijau dan jangan sampai dijual maupun di kontrakkan.

BEDAH RUMAH PAKAI DOMUS

Bedah rumah cepat terselesaikan karena menggunakan sistem DOMUS yaitu dengan menggunakan rangka baja ringan sebagai bahan utama, ini membuat proses pembangunan menjadi cepat dan mudah.

Penggunaan rangka atap baja ringan TASO & Genteng metal SAKURA PROOF dari PT.Tatalogam Lestari

Foto sebelum dan sesudah dibedah rumah
(tatalogam.com)

Satu unit rumah dapat diselesaikan hanya 6-8 hari sehingga dalam waktu 5 bulan, sebanyak 67 rumah berhasil dibedah dan dapat ditempati oleh penghuninya.


Sistem ini membuat proyek bedah rumah dapat terukur dalam segi biaya, bahan baku dan waktu sehingga mampu meminimalkan pemborosan biaya yang timbul dari salah penanganan maupun kebocoran lainnya.

Jika tak ada halangan program ini akan terus berlangsung di daerah daerah lainnya agar semakin banyak warga yang terbantu dan bisa menempati rumah yang layak huni. Dengan rumah yang sehat, sirkulasi udara yang baik, sanitasi yang baik penghuni yang tinggal pun akan lebih optimis dan semangat dalam menjalani hari esok karena 

Rumahku 
Adalah 
Istanaku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mudah Tes Alergi Susu Sapi Di Rumah

Memiliki anak adalah anugerah yang terindah yang dimiliki setiap orangtua. Sebagai orangtua pastinya ingin selalu melihat tumbuh kembangnya setiap saat, melihat anak tumbuh sehat dan berkembang sesuai usianya adalah dambaan para orangtua termasuk aku, hanya satu hal yang membuat orangtua sedih itu kalau tiba tiba si kecil punya masalah kesehatan seperti demam,flu, masalah pencernaan seperti diare, masalah BAB dsb.

Dalam kesempatan kali ini aku mau kasih info tentang masalah pencernaan dan alergi anak karena beberapa minggu yang lalu tepatnya tanggal 19 Juni 2017 aku dapat pengetahuan baru yang membahas tentang hal tersebut dalam sebuah talkshow ringan bertema

Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan Dengan Alergi "

Bertempat di Tanamera Cuisine Kebayoran Baru Jakarta Selatan hadir DR. Dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K) Bapak M.Nuh Nasution dan Pak Parjono sebagai Pembicara.

Kenali Permasalahan Perncernaan Si Kecil

Ternyata pada sebagian bayi mengalami masalah pencernaan di usia…

Memilih Susu Dengan Kandungan Nutrisi Alami

Masa 1000 hari pertama kehidupan adalah masa yang tak tergantikan, banyak kenangan tumbuh kembang si kecil mulai dari momen hamil,melahirkan, menyusui, belajar MPASI. Si kecil cepat tumbuh dan rasanya ingin dia selalu menjadi bayi yang menggemaskan sepanjang masa, kalo mums zaman now sih suka bilang  "baby please don't grow up so fast".

Alhamdulillah bulan ini dede Adib masuk usia 2 tahun 1 bulan, sudah melewati fase 1000 HPK dan sekarang sedang menikmati masa kanak kanaknya. Dan di masa kanak kanak ini dede Adib nggak kalah menggemaskan lho. Dia  selalu penasaran sama semua yang ada di sekitarnya, lagi senang bersenandung, belajar menyusun kalimat, bergerak aktif, dan lagi senang sosialisasi sama teman teman kakaknya :) . dede Adib full menyusui selama 6 bulan dan melanjutkan ASI bersama makanan pendampingnya, bersyukur banget dede Adib jadi  jarang sakit, pernah sih sakit dan yang paling sedih itu waktu perutnya kembung dan mencret. Mungkin saat itu dia lagi asyiknya bel…

Kanker Payudara : Sebelum Terlambat Yuk Deteksi Dengan SADARI & SADANIS

Waktu begitu cepat berlalu, beberapa hari lagi waktu akan masuk ke bulan Oktober. Setiap bulan Oktober di peringati sebagai bulan peduli kanker payudara sedunia. Bertempat di Gedung Kementerian Kesehatan P2P tanggal 19 September 2017 kemarin aku berkesempatan mengenal tentang penyakit kanker payudara lho.



Para pembicara yang hadir,
1. dr. Lily S. Sulistyowati, MM - Direktur P2PTM
2. Dr. Bob Andinata SpB (K) Onk - Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI)
3. Ibu Shanti Persada - Founder Lovepink
4. Ibu Samantha Barbara - Ketua Lovepink
Kanker Payudara di Indonesia
Penyakit kanker banyak sekali jenisnya. Menurut RisKesDas Kemenkes tahun 2013, kanker payudara menjadi salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia yaitu 50/100 ribu penduduk dengan angka kejadian tertinggi berada di Yogyakarta yaitu 24/10 ribu penduduk dan menjadi 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian 21,5/100 ribu penduduk
Apa itu Kanker Payudara?
Kanker payudara keganasan s…