Sabtu, 21 Oktober 2017

Kelola Stres Di Tempat Kerja



Di bulan Oktober ini selain bulan peduli kanker payudara, tanggal 10 Oktober juga diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa.
Setiap orang pasti pernah mengalami stres, siapapun di manapun dan kapanpun. Kondisi jalanan macet, tekanan di tempat kerja,di kejar deadline dan lain sebagainya dan saat stres kondisi fisik pun jadi ikut terpengaruh seperti mual dan pusing. Sebagai ibu rumah tangga, stres bahkan sering jadi bintang tamu di rumah, maklum ya punya anak kecil tiga pasti rumah berantakan ga karuan, mau masak si bungsu nangis minta gendong, mau nyuci anak-anak minta ikutan nyuci juga mainan deterjen. Kalo bentar bentar nitip anak ke orang ga enak juga, ya terpaksa jadi Oshin takasimura yang sambil kerja sambil gendong.


Stres? Iya banget, kadang lepas kontrol jadi ngomelnya ngalor ngidul ke anak-anak 😭 .


Biasanya kalo sudah pusing begini, aku bercerita ke teman terdekat udah gitu baru lega deh dan berdamai dengan rumah kapal pecah. Untungnya suami sangat mengerti dan ikut membantu meringankan pekerjaan rumah yang seabrek. Itu baru stres di rumah, bagaimana ya kalau di tempat kerja?

Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja


Seperti pada penggalan lirik lagu Indonesia Raya " Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya " . Tidak hanya keselamatan dan kesehatan fisik saja yang harus di jaga tapi juga kesehatan mental sama pentingnya.
Dalam temu blogger yang berlangsung tanggal 30 September 2017 kemarin, Dr.dr Fidiansjah, So.KJ, MPH menjelaskan bahwa riset menunjukkan 1 dari 6,8 orang mengalami masalah kesehatan jiwa di tempat kerja atau sebanyak 14,7 %. Wanita yang bekerja penuh waktu hampir 2 kali lebih besar menderita masalah kesehatan jiwa dibandingkan laki-laki yang juga bekerja penuh waktu (19,8 % vs 10,9% ). Dalam penelitian di Inggris, ketidakhadiran ditempat kerja dikaitkan dengan kondisi kesehatan jiwa sebanyak 12,7 %.
Di Indonesia juga pernah dilakukan survey pada salah satu perusahaan kimia dengan melibatkan lebih dari 1900 pekerja dan hasil survey menunjukkan lebih dari 20% mengalami gangguan mental emosional. 

Setiap pekerja pasti memiliki resiko terhadap masalah kesehatan yang disebabkan oleh proses kerja itu sendiri, lingkungan kerja, juga perilaku kesehatan pekerjanya. Untuk menghindari resiko yang terjadi, untuk itu kita harus mengenal dan mengidentifikasi potensi bahaya penyakit akibat pekerjaan yang kita lakukan contoh nya seperti pekerja kantoran yang menghabiskan waktu di depan komputer, sebaiknya sering melakukan streching agar otot tidak kaku dan posisi duduk pun harus sesuai, jika pekerjaan menumpuk lakukanlah skala prioritas yang mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu.



Dalam acara itu juga Ibu  dr. Eka Viora ,Sp.KJ berbagi tips dalam mengelola stres yaitu :
- Hindari situasi yang mengancam
- Buat prioritas pekerjaan
- Mengontrol situasi
- Mengelola dan mencari tahu bagaimana stres mempengaruhi kita
- Membuat tujuan yang realistis
- Cari tahu apa yang lebih penting

Selain kelola stres yang baik, kita juga wajib melakukan gaya hidup sehat yaitu makan buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, dan periksa kesehatan secara rutin.

Dan satu lagi sekarang ada Aplikasi Sehat Jiwa yang dipersembahkan oleh Kementerian Kesehatan RI.


Dalam Aplikasi Sehat Jiwa terdapat beberapa fitur diantaranya Deteksi Dini tentang kesehatan jiwa, info dan tips kesehatan, info Rumah Sakit terdekat dan lainnya.



Kita dapat mengunduhnya secara gratis di Google Play atau dapat di akses melalui
www.sehat-jiwa.kemkes.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar