Selasa, 26 September 2017

Kanker Payudara : Sebelum Terlambat Yuk Deteksi Dengan SADARI & SADANIS


Waktu begitu cepat berlalu, beberapa hari lagi waktu akan masuk ke bulan Oktober. Setiap bulan Oktober di peringati sebagai bulan peduli kanker payudara sedunia.
Bertempat di Gedung Kementerian Kesehatan P2P tanggal 19 September 2017 kemarin aku berkesempatan mengenal tentang penyakit kanker payudara lho.


Ki-Ka : Ibu Samantha,Ibu Shanti,Dr.Bob,dr.Lily, MC

Para pembicara yang hadir,
1. dr. Lily S. Sulistyowati, MM - Direktur P2PTM
2. Dr. Bob Andinata SpB (K) Onk - Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI)
3. Ibu Shanti Persada - Founder Lovepink
4. Ibu Samantha Barbara - Ketua Lovepink

Kanker Payudara di Indonesia

Penyakit kanker banyak sekali jenisnya. Menurut RisKesDas Kemenkes tahun 2013, kanker payudara menjadi salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia yaitu 50/100 ribu penduduk dengan angka kejadian tertinggi berada di Yogyakarta yaitu 24/10 ribu penduduk dan menjadi 10 penyebab kematian terbanyak pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian 21,5/100 ribu penduduk

Apa itu Kanker Payudara?

Kanker payudara keganasan sel sel pada jaringan payudara. Pada umumnya kanker ini ditandai dengan munculnya benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara.
Kanker payudara umumnya terbagi 2:
- invasif yaitu kanker yang sudah menyebar
- non invasif biasanya hanya bisa ditemukan melalui mamografi karena jarang menimbulkan benjolan. Jenis ini sering disebut pra kanker


Faktor resiko pemicu kanker payudara

FB : Direktorat P2PTM

•Perokok aktif dan pasif
•Pola makan buruk
•Usia haid pertama dibawah 12 tahun
•Perempuan tidak menikah
•Perempuan menikah tidak memiliki anak
•Melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun
•Tidak menyusui
•Menggunakan kontrasepsi hormonal (Suntik,Pil,Susuk) atau mendapat terapi hormonal dalam jangka waktu lama
•Usia menopous setelah umur 55 tahun
•Pernah operasi tumor jinak payudara
•Riwayat radiasi
•Riwayat kanker dalam keluarga

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati



Karena kanker payudara juga termasuk silent disease yang datang  diam diam tanpa ada gejala dan tidak disadari oleh tubuh, untuk itu perlu dilakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri)  dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Secara Klinis) secara berkala dengan tujuan menemukan benjolan dan tanda abnormal pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya. Karena jika cepat terdeteksi,maka harapan hidup penderita akan semakin baik dan dapat menurunkan angka kematian akibat penyakit kanker payudara.

Cara Pemeriksaan Payudara Sendiri  
( SADARI )


Follow Twitter :@P2PTMkemenkesRI


SADARI dapat dilakukan setiap bulan pada hari ke 7-10 terhitung saat hari pertama haid atau pada tanggal yang sama bagi wanita menopause atau tidak sedang haid.

Ada beberapa cara untuk melakukan pemeriksaan SADARI ini:

- Depan Cermin

1) Berdiri tegak, cermati bila ada perubahan dan bentuk serta permukaan kulit payudara

2) Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. Dorong siku ke depan dan cermati payudara; dorong siku ke belakang dan cermati ukuran payudara.
3) Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan.
4) Angkat lengan kiri ke atas dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung.
5) Cubit kedua puting, amati apabila ada cairan yang ekluar dari puting.
6) Pada posisi tidur, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan dan cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan seluruh bagian payudara hingga ke ketiak. Ulangi langkah pada sisi yang berlawanan.


-  Saat mandi
Busa sabun akan memudahkan pergerakan tangan untuk memeriksa benjolan atau perubahan pada payudara. 
- Angkat satu tangan ke belakang kepala. Dengan tangan lain yang dilumuri sabun, raba payudara di sisi tangan yang terangkat. 
- Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian demi bagian dengan lembut. --- Lakukan pada payudara di sisi lain.

- Berbaring

Pilih tempat tidur atau permukaan datar lain yang nyaman.
- Saat berbaring, payudara menjadi melebar dan memudahkan untuk diperiksa.
- Sambil berbaring, tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak.
- Tempatkan tangan kanan di bawah kepala. 
- Lumuri tangan kiri dengan losion dan gunakan jari untuk meraba payudara kanan.
- Ibaratkan payudara seperti permukaan jam. Mulailah gerakan dari titik jam 12 ke angka 1 dengan gerakan melingkar. 
- Setelah satu lingkaran, geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba.
- Tidak perlu terburu-buru saat melakukan pemeriksaan. Pastikan semua permukaan payudara telah teraba dengan seksama.

Segera periksakan diri ke dokter jika dalam pemeriksaan mandiri menemukan:
• Benjolan keras pada payudara atau ketiak.
• Perubahan pada permukaan kulit: kulit menjadi berkerut, atau terdapat cekungan.
• Perubahan ukuran dan bentuk payudara, terutama ketika Anda mengangkat payudara atau menggerakkan lengan.
• Keluar cairan dari puting payudara, tapi bukan ASI.
• Keluar darah dari puting.
• Terdapat bagian puting yang memerah dan menjadi lembap, serta tidak kunjung berubah menjadi seperti semula.
• Puting berubah bentuk, misalnya menjadi melesak ke dalam.
• Ruam di sekitar puting.
• Ada rasa sakit atau tidak nyaman yang berkelanjutan pada payudara.

Pemeriksaan Payudara Secara Klinis (SADANIS)

SADANIS dapat dilakukan 1 tahun sekali dengan melakukan 
• Mamografi
Mamografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar rontgen, untuk menemukan tumor payudara sedini mungkin. Mamografi telah terbukti mampu mendeteksi kanker payudara pada stadium dini .
• USG (Ultrasonografi)
• MRI Payudara
• Termografi


Selain bisa melakukan SADARI dirumah, sekarang bisa juga deteksi dengan mengunduh aplikasi yang dibuat oleh Lovepink yaitu Lovepink Breasties di Google play/Apple Store



Lovepink

Lovepink adalah sebuah gerakan sosial  untuk mendampingi perjuangan wanita - wanita  yang terdiagnosa kanker payudara.


Berawal dari Mama Shanti Persada yang juga survivor yang saling support sesama teman sesama survivornya Mama Madeline Mutia yang awalnya 2 orang kemudian menjadi 50 orang dan saat ini ada lebih dari 700 orang yang saling berbagi cerita dan juga dukungan untuk berjuang melawan kanker payudara.
Berbagai kegiatan pun diadakan seperti seminar edukasi tentang kanker payudara, gathering bersama para survivor, dan kegiatan sosial lainnya seperti mobil Van mamografi gratis bahkan setiap tahun rutin mengadakan event lari dan fun walk Jakarta Goes Pink.

Untuk tahun ini, Lovepink akan mengadakan event Indonesia Goes Pink yang akan di selenggarakan tanggal 7-8 Oktober 2017 di Nusa Dua, Bali.


Indonesia Goes Pink adalah sebagai wadah bagi para warrior, survivor dan para suporter untuk dapat menggali informasi lebih dalam mengenai kanker payudara dan saling menyemangati serta bekerja sama untuk melawan kanker payudara.

Rangkaian activitynya terdiri dari:
- Gathering bersama survivor
- Berbagai kegiatan workshop (makeup class,self healing, belajar pakai kain)
- 1000 Voices of Survivor Dinner
- Pemeriksaan USG
- Fun Walk
- Pink Run 5K,10K dan 21K

Info lebih lengkap bisa tengok di www.indonesiagoespink.com atau FB Lovepink Indonesia.

Kesehatan itu  mahal harganya, agar terhindar dari penyakit kanker lakukanlah gaya hidup sehat dengan pola hidup cerdik.

CERDIK
C => Cek Kesehatan secara rutin
E => Enyahkan asap rokok
R => Rajin aktifitas fisik
D => Diet sehat dengan kalori seimbang
I => Istirahat cukup
K => Kelola stress


Pita Pink sebagai simbol kepedulian terhadap penyakit kanker payudara

Salam Germas!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar