Minggu, 25 Agustus 2019

Belajar Melatih Kecerdasan Emosional Si Kecil Di BEBELAC Family Date

Hai ayah bunda? bagaimana kabar bersama si kecil? Hari ini anak anak sudah belajar apa saja nih? Semoga tetap semangat belajar nya dan jadi anak yang pintar yaaa.

Kalo ngomongin tentang belajar, biasanya di sekolahan si kecil lebih fokus sama belajar akal atau pelajaran akademis ya seperti belajar berhitung, menulis dan membaca. Tapi ada hal yang sama pentingnya juga untuk di pelajari di sekolah maupun di rumah yaitu belajar melatih kecerdasan emosional atau bisa di bilang memiliki kebesaran hati. Ternyata melatih kecerdasan emosional bisa mendukung daya pikir si kecil agar lebih pintar lho. Salah satunya dengan belajar ber empati.

BEBELAC Family Date Bersama MOMBLOGGER COMMUNITY


Senang sekali bersama komunitas Mom Blogger Community aku bisa belajar  mengetahui dan melatih kecerdasan emosional si kecil untuk  dukung daya pikirnya.

Bertempat di KantorKuu Argo Plaza Jakarta, bersama kakak kakak dari Rumah Dandelion aku dan si kecil jadi banyak belajar yang nantinya bisa di praktekkan di rumah.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan anak untuk merasakan apa yang dirasakan, dan juga memahami dan merasakan perasaan yang dirasakan oleh orang lain dan dapat merespon perasaan tersebut dengan tepat. Biasanya anak anak yang memiliki kecerdasan emosional mampu berperilaku empati.

Dengan memiliki empati, anak mampu :
✓ merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
✓ bersimpati
✓ melihat situasi dan berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh orang lain seperti membantu orang yang sedang kesulitan.


Untuk mendukung daya pikir dan kebesaran hati si kecil tidak hanya perlu nutrisi umum seperti karbohidrat, protein lemak,vitamin dan mineral. Nutrisi spesifik juga diperlukan diantaranya adalah prebiotik seperti inulin,asam lemak esensial. FOS dan GOS juga untuk kebaikan pencernaan anak.



Selain para moms yang mendapatkan yang mendapatkan ilmu, disini anak anak juga diajak melakukan berbagai aktivitas yang mengasah kreativitas nya seperti menempel bulu domba dari kapas,juga menempel gambar binatang dari beras warna warni. Selain itu anak anak juga di ajak mendengar kan cerita tentang aksi menolong, seperti yang di ceritakan oleh kakak Nadya dari Rumah Dandelion.

Melatih kecerdasan emosional dapat di lakukan melalui beberapa permainan seperti :
- Tebak Ekspresi Emosi sesuai usia
- Oow ... harus apa yaa? ( Anak memberikan solusi kepada orang lain.
- Membaca buku dengan kisah empati atau menolong.

Di acara itu juga para moms mencoba mempraktekkan teori ini lho. Saat masing-masing  anakanak sedang serius bermain maze, moms mencoba berakting ,seperti memberi kode saat batuk, mata kelilipan, kemudian melihat reaksi si kecil.

Ternyata sangat beragam lho reaksinya,ada yang bertanya kenapa,ada apa dengan mamanya,ada ada yang langsung menolong memberikan minum,ada  yang cuek aja,ada yang bingung harus melakukan apa.hehehe

Ketika anak belum tau apa yang harus ia lakukan untuk menolong, kita dapat memberi penjelasan , misalnya saat batuk, kita intruksikan untuk mengambil air minum, atau saat mata kelilipan, minta tolong bantu di tiup matanya. Ternyata seru juga mengikuti permainan yang bermanfaat seperti ini.

Hal lain yang bisa di lakukan di rumah yaitu dengan cara cara sederhana seperti melibatkan si kecil dalam diskusi sehari hari bisa juga menimbulkan rasa empati si kecil. 

Tidak hanya menceritakan kesulitan orang lain tetapi terjun langsung bersama si kecil membantu memberikan bantuan juga sangat bermanfaat meningkatkan rasa empati nya.


Terima kasih BEBELAC, Rumah Dandelion, dan Mom Blogger Community yang sudah melibatkan aku dan si kecil dalam event BEBELAC Family Date ini, semoga ilmu yang sudah kami dapat bisa di praktekkan di kehidupan sehari-hari agar si kecil tumbuh menjadi anak hebat yang tidak hanya pintar, tapi juga memiliki kebesaran hati.

Rabu, 21 Agustus 2019

Kontribusi So Klin Dalam Upaya Mendukung Gerakan Sustainable

Apa yang sudah kamu lakukan untuk lebih mencintai bumi dan peduli terhadap lingkungan?
Banyak hal yang dapat kita lakukan dalam kegiatan sehari hari untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Selain menanam pohon dan tidak membuang sampah sembarangan. Hal lain yang dapat kita lakukan adalah dengan memilah sampah dan  mengurangi sampah.



Memilah sampah yang kita hasilkan sehari-hari seperti botol shampo dan kemasan minuman kaleng juga plastik,kardus bekas, bisa kita berikan atau bahkan di jual ke tukang barang bekas. 

Mengurangi sampah terutama sampah plastik yang sulit terurai dengan cara 
✓Selalu menggunakan botol minum dan tempat makan sendiri,
✓Selalu siap kantong belanja serbaguna yang bisa digunakan kapan saja dan dimana saja,
✓ Mengurangi straw plastik atau mengganti nya dengan straw stainless.
✓ Beli produk kemasan ukuran besar, kalo beli produk kecil kecil kayak sachetan gitu, produksi sampah plastik nya makin banyak.
✓Mix and match fashion, gak harus selalu beli baju yang kadang hanya lapar mata dan berburu sale padahal tidak kita butuhkan. Atau bisa juga nih permak baju lama yang masih bagus tapi jarang di pakai menjadi model baru lagi ,jadi bisa berkelanjutan gitu deh.

Ngomongin tentang fashion berkelanjutan, aku senang banget deh ada brand yang peduli seperti WINGS ini, salah satu produk nya adalah So Klin Detergent.

Jadi So Klin bekerja sama dengan sekolah mode ESMOD Jakarta dan komunitas sosial Sadari Sedari menyerukan kampanye sustainable fashion dan akupun ikut hadir di talkshow dan workshop nya untuk mengetahui lebih lanjut tentang gerakan sustainable yang diadakan oleh So Klin Detergent ini. 

Be Sustainable, Be Fashionable by So Klin

Bertempat di Mall Kelapa Gading 3 Jakarta Utara dengan mengangkat tema Be Sustainable, Be Fashionable, kegiatan ini merupakan langkah peduli So Klin untuk menghimbau masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan kreativitas melalui inovasi fashion yang yang berkelanjutan.

Menurut data dari Ellen MacArthur foundation (badan yang fokus mempelajari polusi industri mode), limbah bisnis busana di dunia dapat mencapai US$500 miliar per tahun. Hal ini ini kemudian memunculkan beberapa usulan kebijakan ramah lingkungan salah satunya dengan mengolah kembali kain perca menjadi di komponen yang bermanfaat. Di Indonesia sudah banyak designer yang menerapkan konsep sustainable fashion yakni dengan melakukan prinsip zero waste pattern dimana mengurangi pembuangan kain sisa. Misalnya bahan yang tadinya harus dipotong, dikemas dengan cara yang lebih sederhana dan tidak perlu ada proses pemotongan. Selain mengemas kembali kain perca menjadi produk baru, perlu adanya perhatian untuk menjaga keawetan warna agar tetap cemerlang.


So Klin White And Bright dengan teknologi optical brightener yang menggabungkan detergent dengan formula khusus yang tidak hanya secara ampuh menghilangkan noda berat namun juga sekaligus mempertahankan keaslian warna sehingga tidak cepat pudar bahkan membuat pakaian terlihat lebih cerah setelah pencucian berulang kali.

Ibu Joanna sebagai Marketing Manager Fabric Care PT. Sayap Mas Utama (Wings Group) juga bilang kalau So Klin White And Bright juga membantu meningkatkan efisiensi waktu para ibu di rumah agar tidak perlu repot dalam memilah warna baju ketika mencuci. 

Sustainable Fashion by ESMOD Jakarta

Dalam acara ini Sekolah ESMOD juga menampilkan karya sustainable fashion, desain baju lama yang masih baru dan layak pakai menjadi model terbaru.


Cocktail Dress by Up Cycling Fashion

Sebagai pelopor pendidikan fashion di Indonesia ESMOD Jakarta menyadari bahwa sustainable fashion merupakan bagian dari gaya hidup saat ini. Banyak designer yang mulai menggunakan bahan ramah lingkungan, teknik perawatan alami dan yang tidak kalah penting yaitu menempatkan label tata cara perawatan kain. Patrice Desilles dari Academic Program Head ESMOD Jakarta bilang "saat ini kami juga lebih memilih untuk menggunakan serat kain tencel yang berasal dari kayu sehingga ketika pakaian tersebut sudah tidak dipakai lagi dapat dengan mudah terurai ke alam. Metode ini juga kami terapkan kepada para siswa melalui kurikulum di sekolah, menurut kami konsumen harus memiliki pengetahuan tentang bagaimana merawat pakaian mereka agar dapat bertahan lama misalnya perawatan dengan deterjen yang tepat seperti So Klin White and Bright agar warna tetap cemerlang dan menonjol.


Sustainable Fashion by Sadari Sedari

Dari sisi sosial, sustainable fashion dapat diterapkan melalui berbagai kegiatan bermanfaat seperti yang dilakukan oleh komunitas sadari sedari yaitu mengumpulkan pakaian bekas dan mengubahnya menjadi donasi sosial atau juga menyumbangkan pakaian pada mereka yang memang membutuhkan.


Kamu juga bisa donasi pakaian bekas yang masih layak pakai ke Sadari Sedari lewat dropbox yang ada di Mall Kelapa Gading saat ini. Setelah pakaian terkumpul, nantinya akan di cuci kembali dengan So Klin deterjen agar bersih dan wangi, warna tetap baru kemudian di distribusikan kepada yang memerlukan atau di jual untuk kemudian hasil nya akan di donasikan.

Salah satu titik Dropbox ada di area lobby MKG 3

Di acara ini, undangan yang hadir juga melakukan workshop sustainable fashion lho. Kami di ajari berkreasi menggunakan pakaian lama jadi model baru.




Senang banget deh bisa dapat info dan pengalaman tentang gerakan sustainable bareng kumpulan emak emak blogger.
Semoga dari hal ini kita lebih lebih lagi menyayangi diri sendir, menyayangi lingkungan untuk bumi yang kita tempati.



Minggu, 11 Agustus 2019

Weekend Bareng Keluarga Di GWRF 2019



Weekend bareng keluarga menyenangkan juga lho mengunjungi Perpustakaan Nasional dan mengikuti event Gramedia Writers and Readers Forum 2019.

Selain ada berbagai kelas diskusi dan Editor Clinic untuk para penulis pemula, disini juga ada bazzar buku mulai harga 10 ribu dan ada food Bazaar juga jadi nggak takut kelaparan buat ngajak keluarga ke Perpustakaan Nasional ini karena selain food Bazaar di bawah, tersedia juga kantin di lantai 4 dengan berbagai pilihan menu dan harga yang bersahabat.



Hari ke tiga ini merupakan hari terakhir di Gramedia Writers and Readers Forum 2019,
lagi lagi aku ketemu sama penulis muda berbakat yang bukunya kebanyakan bertema cinta.
Valerie Patkar yang selalu mengajak pembacanya untuk selalu mencintai diri sendiri.

 


Sesi ke 2, aku ketemu sama A.Fuadi di ruang serbaguna Perpustakaan Nasional. A. Fuadi yang sudah menulis sebanyak 18 buku dan berbagi pengalamannya yang kemudian di tuangkan ke dalam buku. Karyanya juga sudah ada yang di buat film lho seperti Film Negeri 5 Menara.


Daaan di sesi terakhir ni aku ketemu pasangan suami istri Ditto dan Ayudia Bing Slamet di ruang Auditorium. Mereka juga gak mau kalah ni, menulis buku tentang kisah cinta dua sejoli ini dan juga buku tentang perjalanan traveling bersama anaknya Sekala.

 

Seru dan menyenangkan banget di GWRF 2019, banyak pelajaran dan pengalaman yang menyenangkan.

Semoga bisa ketemu di GWRF 2020 berikut nyaaa!!


Semakin Seru Di GWRF 2019 Dengan Kehadiran GUNDALA




Hari ke 2 Di Gramedia Writers and Readers Forum Sabtu 3 Agustus 2019
bareng teman-teman Blogger Mungil  menikmati acara di masing masing kelas yang kami pilih.


Hari itu aku memilih tema dengan judul It's Not Your Destination, It's Your Journey yang menghadirkan pembicara para Traveler Hendra Fu, Claudia Kaunang dan Trinity yang bercerita tentang perjalanan mereka mengunjungi berbagai negara.


Berbeda dengan selebgram yang memang traveling kebanyakan tujuan utama nya mencari konten yang bagus terlebih lagi buat feed di Instagram nya.  Kalau mereka bertiga memang traveling untuk menjelajah lalu di tuangkan ke dalam tulisan kisah pengalaman nya. Malah kadang suka lupa foto foto di spot yang bagus dan hampir ga punya foto pribadi :) .

Mba Claudia menambahkan bahwa konsep menulis nya adalah the real thing jadi memang benar benar kisah sebenarnya tanpa tambahan, bahkan kalau mba Claudia posting foto perjalanan nya selalu di tambahkan tagar #NoEdit #NoFilter dan kembali bahwa sosial media adalah hak semua orang jadi bebas bebas aja kalau memang postingan mau di edit sesuka hati.

Mereka juga berbagi tips dan trik bagi yang berencana untuk traveling :
1. Menabung dan bikin bucket list negara yang ingin di kunjungi.
2. Jangan pikir lama kalau memang sudah ada rencana dan sudah ada budgetnya.
3. Selalu cek aplikasi hotel dan paket perjalanan biar budget gak membengkak
4. Jangan memaksa, traveling lah sesuai kemampuan fisik dan finansial.
5. Ikuti Local Wisdom di negara yang kita kunjungi.

Di sesi ke dua aku ikut kelas di ruang Rapat yang bertema Menghidupkan Karya Melalui Komunitas Literasi yang menghadirkan Kang Maman Suherman dan Mas Firman.


Kang Maman dan Mas Firman berbagi pengalaman bagaimana mereka mengajak teman teman juga komunitas nya untuk selalu rajin membaca dengan berbagai aktivitas. Tak hanya ajakan  membaca mereka juga mengajak teman teman untuk bergerak melalui gerakan literasi seperti mendirikan taman bacaan di berbagai tempat dan pelosok daerah agar tingkat literasi masyarakat lebih tinggi.



Di sesi terakhir, bertempat di auditorium Perpustakaan Nasional, aku menghadiri movie Talk film terbaru Gundala yang diangkat dari kisah komik jadul yang terkenal banget di eranya. Dan sekarang komik Gundala sudah di Remake lho


Sabtu, 10 Agustus 2019

Keseruan Hari Pertama Di GWRF 2019

Gramedia  Writers  and Readers  Forum,  ajang berkumpul nya para penulis  dan pembaca ada disini.  Karena  di GWRF tahun sebelumnya aku gak bisa ngerasain serunya acara ini,  nah tahun ini aku punya  kesempatan  untuk  menyaksikan serunya event yang di selenggarakan di Perpustakaan  Nasional  ini lho.


Beberapa  kelas terdapat  di event GWRF 2019 ini. Ada yang bertempat di Ruang Rapat,  Ruang Serbaguna yang sama sama berada di lantai 4 juga dan Ruang Auditorium yang ada di lantai 2 Perpustakaan.


Hari pertama GWRF 2019 Jumat 2 Agustus  2019 aku ikut kelas yang berada di Ruang Serbaguna  dengan tema Show Your Creation With Social Media.  Disini aku ketemu sama penulis penulis muda seperti  Poppi Pertiwi,  Asabel Audida dan Luluk  HF yang namanya udah terkenal di kalangan anak muda dan ternyata  hari itu banyak penggemar  yang ikut hadir di forum ini lho.  Keren deh,  masih muda tapi sudah produktif  sekali menulis dan punya fanbase.  Eitt,  walaupun  mereka sudah famous tapi mereka gak kena star syndrom tuh,  anak muda ini tetap rendah hati dan mengikuti  aktifitas sekolah seperti  biasa.
Mereka memanfaatkan sosial media bukan hanya sebagai ajang hiburan semata tapi juga menjadi sebuah peluang yang bisa di manfaatkan seperti FB,IG, Wattpad tempat mereka menulis sebuah karya yang akhirnya karya tersebut menjadi buku yang laris dan best seller.


Di sesi ke 2 di tempat yang sama,aku ketemu sama para komikus terkenal nih. Dengan mengangkat tema Kembali nya Komik Lokal Indonesia.
Aku jadi sedikit banyak tau tentang sejarah komik Indonesia lho.


Bang Mice bilang di era politik yang sedang memanas sebelum era reformasi itu sulit banget untuk mengangkat komik kembali seperti dulu. Tapi sekarang sudah bisa lagi nih produksi komik, seperti bang Faza Meonk yang terkenal sama komik Si Juki nya.

Sekarang profesi menjadi komikus peluang nya juga sangat bagus kok, jadi kalau ada orang tua yang ragu sama profesi ini, para pembicara memberikan semangat untuk yang memang berbakat di bidang ini, terus di asah bakatnya, cari peluang seperti mengirim ke publisher dll.



Gramedia Writers and Readers Forum 2019

Tahun lalu GWRF (Gramedia Writers and Readers Forum) diadakan di Perpusnas, dan tahun ini lagi-lagi,  GWRF diadakan di tempat yang sama. GWRF sendiri merupakan suatu acara yang diadakan oleh Gramedia agar Penulis dan Pembaca bisa saling bertemu, berinteraksi,  dan berdiskusi.

GWRF 2019 banyak dihadiri para penggiat literasi. Lokasi yang strategis dan magnet bagi para pencinta buku, membuat GWRF banyak didatangi. Selain itu GWRF juga mengadakan bazar buku murah.  Kebayang gak tuh,  sudah lokasinya strategis, narasumbernya diisi oleh penulis-penulis profesional, ada bazar buku murah lagi.  Terlalu banyak opportunity yang tidak sanggup para pecinta buku dapat hiraukan. 



Tanggal 1 Agustus 2019 kemarin aku berkesempatan untuk menghadiri press confrence nya dengan mendatangkan pihak Gramedia dan Perpusnas juga ada penulis Kang Maman Suherman, Valerie Patkar dan Luluk HF yang nantinya akan mengisi acara di GWRF 2019.

Tema GWRF tahun ini adalah Literacy In Diversity. Tema ini diangkat karena Indonesia yang kaya akan keberagaman suku,budaya dan bahasa. Menyatukan keberagaman melalui literasi di harapkan tingkat literasi di Indonesia akan semakin tinggi.

Yang spesial di GWRF tahun ini adalah terdapat acara awarding untuk pemenang Gramedia Short Film Festival 2019 yang pertama kali pada Sabtu 3 Agustus. GSFF adalah kompetisi Film pendek yang inspirasinya bersumber pada buku puisi karya penulis terkenal seperti Sapardi Djoko Damono, Maman Suherman dan Rachel Amanda feat Keshia Deisra. Peserta yang mengikuti film pendek ini kurang lebih sebanyak 600 peserta dari seluruh Indonesia.

Seperti pada tahun sebelumnya, pemesanan tiket GWRF di lakukan secara online melalui aplikasi My Value. Dengan harga tiket 30 ribu rupiah per kelasnya cukup worth it karena setiap pembelian  tiket akan dapat voucher Gramedia sebesar  25 ribu dan yang terpenting  adalah pengalaman  dan ilmu yang  didapat  dari tiap kelas pasti nya akan sangat  berharga.


Selasa, 06 Agustus 2019

Aktris Widyawati Kuliah Lagi Jadi Mahasiswi Baru




Kebayang gak sih kalau di usia 70 tahun baru masuk kuliah dan teman teman kampusnya anak millenial semua ?? Kemarin tu aku nonton press screening film #MahasiswiBaru  karya Monty Tiwa dengan pemeran utama nya ada Tante Widyawati, Morgan Oey, Mikha Tambayong, Umay Shahab juga pemain lain nya.

Tanggal 1 Agustus 2019 aku hadir di acara press screening nya Film Mahasiswi Baru nih.



Di film Mahasiswi Baru ini seru banget karena Tante Widyawati yang berperan menjadi seorang mahasiswi bisa ngeblend sama anak muda yang energinya gak pernah surut.


Film Mahasiswi Baru menyajikan kelucuan tingkah polah anak kuliahan yang suka bikin geng gengan gitu juga ada sisi melow nya juga lho.

Pas banget di tonton anak muda juga keluarga.
Penasaran kan kenapa Tante Widyawati baru masuk kuliah dan jadi mahasiswi baru? Pasti ada alasan tersendiri.

Makanya nonton deh Film nya yang akan tayang mulai 8 Agustus 2019 di Bioskop terdekat yaa.


Senin, 05 Agustus 2019

Tips Dan Trik Menata Rumah Yang Nyaman Untuk Di Tempati

Setiap manusia di dunia ini memiliki kebutuhan untuk keberlangsungan hidup. Kebutuhan primer menjadi kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda pemenuhannya yaitu 
- Sandang (pakaian)
- Pangan (makanan)
- Papan (tempat tinggal)

Untuk kebutuhan sandang dan pangan kita masih bisa mencukupi nya dari hasil usaha kerja kita, tapi untuk papan sendiri masih banyak orang yang belum benar-benar memiliki rumah sendiri dikarenakan dana untuk memiliki rumah sangatlah besar.


Biasanya yang belum punya rumah akan menyewa tempat tinggal perbulan atau pertahun nya agar biaya lebih ringan sesuai hasil usaha yang dimiliki. Jangankan yang belum memiliki rumah, yang sudah punya pun harus mempersiapkan dana darurat untuk merenovasi rumah jika nanti sewaktu-waktu ada bagian-bagian yang harus diperbaiki dan biayanya pun tidak sedikit. Jika tidak memiliki biaya untuk merenovasi, maka lama kelamaan rumah akan menjadi tidak layak untuk dihuni, rusak, rawan kebanjiran, kumuh, sirkulasi udara yang tidak baik, sanitasi kurang lancar dan secara estetika pun tidak sedap dipandang mata.

Serba Serbi Menata Rumah





Jadi di tanggal 27 Juli hingga 4 Agustus 2019 itu ada Pameran Properti yang di selenggarakan Di JCC Senayan,  namanya Indonesia Properti Expo. Acara ini cocok banget untuk yang sedang mencari rumah tinggal, apartemen dan jenis properti lainnya dengan berbagai penawaran menarik serta lokasi strategis yang diinginkan. 

Dan suatu kesempatan yang menarik sekali, di tanggal 31 Juli 2019 aku bisa mendengarkan  talkshow tentang serba serbi menata rumah dengan tamu mba Adelya Vivin dan mba Zata Ligouw sebagai pembicara juga teh Ani Berta sebagai moderator.


Berbicara tentang rumah, siapa sih yang gak kepengen punya rumah yang luas, enak dipandang mata apalagi rumah milik sendiri , terasa lengkap banget deh kebahagiaan ini. Tapi kalau sampai saat ini kita masih punya rumah dengan space terbatas, kita tetap bisa kok menikmatinya menjadikan rumah mungil kita jadi rumah yang nyaman.

Dalam talkshow ini,  Mba Adel memberikan tips dan trik menata rumah mungil agar tetap nyaman di tempati.

Beberapa hal harus diperhatikan agar rumah mungil terlihat lapang seperti :
- Lighting atau pencahayaan 
- Cat tembok,  baiknya menggunakan warna putih agar ruangan terlihat luas
- Ketepatan furniture juga sangat menentukan agar rumah tidak terlihat sumpek.
- Ruangan yang terlalu banyak disekat oleh tembok bisa juga di modifikasi agar lebih terlihat luas
- Alat perkakas kebersihan bisa diletakkan di lemari tertutup agar terlihat rapi 


Scandinavian Style 

Beberapa  gaya rumah minimalis yang bisa di adaptasi di rumah mungil kita antara lain :
Bohemian Style
Scandinavian Style
Korean Style 
Japanese Style

Di sesi kedua ada mba Zata Ligouw yang membagikan tips menarik menata ruang kerja di rumah.

Mba Zata merubah gudang dirumahnya menjadi ruang kerja yang apik yang bisa membuat semangat kerja menjadi meningkat.

Sebagai blogger, vlogger juga pengisi konten, mba Zata membutuh kan inspirasi dan mood yang bags agar konten yang dihasil kan menjadi maksimal, Dan hasil tulisan juga jadi bagus yang bisa mengantarkan mba Zata pergi ke Jepang dari hadiah lomba blog.



Beberapa  Tips dari mba Zata yaitu:

-Bikin moodboard
-Sesuaikan dengan  budget,  Kalau dana terbatas kita bisa membuat properti Do It Your Self yang sekarang banyak di YouTube dan Pinterest
- Jangan lupa masukkan sentuhan tanaman di ruang kerja agar bisa membangkitkan energi dan produktivitas kerja.


Nah tunggu apalagi?  Yuk mulai menata ruangan kita agar menjadi tempat yang nyaman,  kalau belum punya rumah ,ayo semangat menabung dari sekarang dan datang ke Pameran Properti seperti Di Indonesia Properti Expo 2019 ini karena banyak sekali penawaran menarik yang sesuai dengan budget yang kita milik juga berbagai lokasi rumah yang kita inginkan.

Untuk info lebih lengkap tentang pameran cek ya sosmed dan web nya di: