Selasa, 22 Mei 2018

Stop Pernikahan Dini , Tumbuhkan Cinta Terencana




Gadis mungil ini sungguh cantik tapi siapa sangka dalam kehadirannya ada kesedihan yang mendalam, ibunya meninggal setelah 2 Minggu tak sadarkan diri diruang ICU beberapa menit setelah ia lahir. 
Usia ibunya pun masih terbilang dini, 15 tahun, kelas 2 SMP. Saat itu ibunya sebut saja bu Ira tahu kalau anak gadisnya hamil karena curiga 3 bulan tidak menstruasi. Kenapa tak curiga pas 1 bulan? Kecurigaan tetap ada namun sang ibu mengalihkan pikirannya dan punya anggapan bahwa anak perempuan yang baru mengalami masa puber itu haidnya belum teratur. Dan merasa tidak mungkin karena anak SMP belum tahu apa apa. Betapa sedih dan hancurnya bu Ira saat membeli testpack lalu menyuruh anaknya untuk memeriksa urinenya dan hasilnya bergaris dua (Positif hamil).


Kejadian ini memang sudah 3 tahun berlalu, tetanggaku memiliki kehidupan yang terlihat stabil dan teratur, ketiga anaknya terlihat nice dan kalem, pulang sekolah dirumah, jarang terlihat main ke luar begitu juga dengan ibu dari si gadis mungil itu. Sebagai tetangga, aku bahkan ingin sekali bagaimana caranya biar anak anak menurut seperti mereka yang tidak banyak main diluar, pulang sekolah langsung kerjakan PR sekolah, membantu pekerjaan rumah, keluar rumah hanya sebatas mengerjakan tugas kelompok.  Tapi itulah yang menjadi satu satunya kesempatannya.

Ternyata ada Bu Ira memiliki kekurangan di komunikasi dan informasi yang  kalah cepat. Komunikasi tidak mendalam juga interaksi yang kurang membuat ibu si gadis kecil sedikit tertutup. tidak ada curhat tentang sex education, tidak ada kajian agama bersama dirumah. Memberikan fasilitas gawai kepada anak dan hanya mengerti seputar mengecek SMS tanpa tahu bagaimana cara berinternet. Orang tua hanya mengandalkan pendidikan ilmu terbaik untuk anak anak dari sekolah karena minimnya ilmu pengetahuan sang orangtua sehingga sang anak lebih banyak mencari pemahaman sendiri saat diluar dan tidak mendiskusikannya lagi kepada keluarga.

Semua memang sudah takdir Allah tapi tentunya kita tidak ingin ada kejadian serupa terulang kembali pada generasi kita berikutnya karena hal itu sangatlah menyakitkan, beratnya beban orang tua menanggung malu keluarga, seketika putus sekolah, resiko kesehatan pada kehamilan dan melahirkan yang tinggi dan masa depan yang suram.

Menjelang hari keluarga yang jatuh pada tanggal 29 Juni mendatang BKKBN mengundang komunitas fotografi dan BloggerPlus untuk mengkampanyekan Cinta Terencana.

Ki-Ka : Psikolog Roslina Verauli, Bu Eka dari BKKBN, Moderator, Kak Resi founder Blogger Plus

Komunikasi menjadi sangat penting sebagai pengikat satu sama lain di dalam keluarga seperti yang di jelaskan oleh psikolog Mba Roslina Verauli saat itu.


Menciptakan komunikasi yang baik yaitu dengan mendengar, berbicara, membuka diri,jelas, fokus pada topik, respect dan hormat. Ciptakan kedekatan dengan sesama anggota keluarga dan juga komunikasi yang fleksibel.

Ada 3 kiat menciptakan keluarga bahagia
1.  Hubungan yang fleksibel secukupnya, stabil dalam waktu tertentu, jika terlalu stabil maka hubungan akan kaku.
2. Memiliki kedekatan dan kebersamaan secukupnya.
3. Komunikasi yang terikat.


Membangun Keluarga Dengan Cinta Terencana

Apa arti keluarga ?


Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami - istri; atau suami, istri, dan anaknya; atau ayah dan anaknya; atau ibu dan anaknya.

(Pasal 1 ayat 6 UU 52/2009)

Dalam membangun keluarga yang baik adalah dengan menjalankan 8 fungsi yaitu :
1. Fungsi agama
2. Fungsi sosial budaya
3. Fungsi cinta dan kasih sayang
4. Fungsi perlindungan
5. Fungsi reproduksi
6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
7. Fungsi ekonomi
8. Fungsi pelestarian lingkungan

Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, peran keluarga sangatlah penting untuk menentukan kualitas bangsa. Hal ini karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembinaan tumbuh kembang , menanamkan nilai-nilai moral dan pembentukan kepribadian serta karakter tiap individu dalam masyarakat. Keluarga yang sehat jasmani rohani, sejahtera dan berkualitas, dan didukung dengan lingkungan yang kondusif merupakan pondasi untuk terwujudnya suatu bangsa yang maju kuat dan tangguh sehingga tercipta ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.



Menjalani kehidupan berkeluarga adalah fase terbesar dalam hidup setiap orang karena berkeluarga menyatukan dua individu yang berbeda, akan ada peran dan tugas yang melekat pada masing-masing terkait dengan posisinya sebagai suami-istri ayah-ibu(orangtua), dan menjamin terlaksananya fungsi keluarga agar memiliki ketahanan dan kesejahteraan sehingga terwujud keluarga yang berkualitas.
Harus ada program yang di desain secara komprehensif untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi setiap individu agar mampu menjalani kehidupan berkeluarga dengan optimal program dimaksud tidak sekedar kursus pranikah atau bimbingan pranikah yang dilaksanakan sebelum seseorang menjalani pernikahan tetapi program yang di desain jauh-jauh hari sebelum seseorang memutuskan untuk menjadi calon pasangan.
Remaja adalah fase yang terjadi pada setiap individu sebelum memasuki fase kedewasaan sehingga perlu menyiapkan diri dan merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik. Merencanakan keluarga tidak hanya tentang merencanakan menikah di usia ideal dan merencanakan jumlah anak ideal tetapi merencanakan secara komprehensif semua hal tentang persiapan untuk membangun keluarga yang berkualitas (yang disesuaikan dengan kemampuan kognisi dan usia remaja sasaran). Merencanakan keluarga dimulai dari mengarahkan cinta menjadi cinta yang terencana agar terbangun keluarga yang terencana sehingga terwujud keluarga yang berkualitas.

Salam Genre
GenRe adalah salah satu program BKKBN untuk remaja agar bisa menyiapkan kehidupan keluarganya kelak sehingga mampu melaksanakan pendidikan, karir, dan pernikahan terencana. 

Salam Genre yang artinya zero tolerant yaitu tidak mentolerir kepada :
1. Menikah di usia dini 
2. Sex bebas
3. Narkoba

Cara menumbuhkan cinta terencana pada keluarga


Cinta terencana adalah proses aktualisasi diri yang mendorong perilaku individu menjadi positif responsif kreatif produktif dan berorientasi pada masa depan.
Beberapa cara menumbuhkan cinta terencana antara lain:

1. Terus Belajar

Masa remaja masa masa dengan rasa ingin tahu yang tinggi, terkadang labil, kadang tak berfikir panjang untuk itu perlu sekali komunikasi dan pendekatan yang baik pada remaja, selalu memberikan motivasi agar terus semangat belajar dan tetap bersekolah untuk mewujudkan cita cita nya. Pun sebagai orang tua harus tetap belajar, mengembangkan keterampilan agar jika suatu saat terjadi perubahan kondisi ekonomi, kita menjadi keluarga yang berketahanan dalam menghadapi persaingan hidup.

2. Komunikasi

Terhadap pasangan: masalah dalam keluarga pasti ada namun bagaimana caranya agar masalah tersebut tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan, saling terbuka dan jujur juga langsung cepat diselesaikan jika ada masalah, jangan sungkan menceritakan tentang apa yang kita rasakan agar kita tidak merasa sendiri dalam kehidupan pernikahan. Menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan.
Terhadap anak : Orang tua hendaknya terbuka membicarakan apapun misalnya tentang pendidikan seks, tentang fungsi organ reproduksi.  Bagaimana batasan batasan terhadap lawan jenis apalagi saat beranjak remaja. 

3. Merencanakan masa depan, keluarga berkualitas

Jatuh cinta Mungkin saja tiba-tiba tapi setelah itu harus menjadi cinta terencana karena kalau terencana segalanya jadi lebih mudah.
Keluarga berkualitas adalah Keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, maju, mandiri memiliki jumlah anak yang ideal , berwawasan kedepan, bertanggungjawab , harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Usia ideal menikah untuk wanita adalah minimal  21 tahun dan pria 25 tahun keatas. Jika wanita menikah di usia muda maka akan berpengaruh pada resiko kesehatan reproduksi.



Prinsip cinta terencana adalah mencintai diri sendiri, mencintai pasangan, mencintai keluarga, mencintai bangsa dan mencintai negara. 
Dengan tumbuhnya cinta terencana pada keluarga maka akan membentuk perilaku remaja ataupun individu keluarga yang berkomitmen dalam menyiapkan kebutuhan lahir dan batin untuk membahagiakan orang yang dicintainya.







Sumber foto: Google, Bplus





2 komentar:

  1. Dulu temanku juga gitu mba , disekolah selalu juara umum. SayangSayang seko harus putus karena hamil.penting sekali komunikasi ya.

    BalasHapus
  2. Kasihan ya anak tersebut. Semoga neneknya sabar menghadapi musibah ini

    BalasHapus